Pengalaman Bisnis Pakaian, Hanya Bermodalkan Uang Sebesar Rp. 200.000

September 03, 2015 /
Pengalaman bisnis modal kecil ini merupakan pengalaman baru dan pertama kalinya dalam menjalankan bisnis pakaian, dan mungkin selama ini, gue sendiri merasa masih kurang serius dalam mendalami bisnis ini hingga sempat beberapa kali hampir gagal karena kesalahan sendiri.

Mungkin ini yang namanya trial and error hehe..
Tapi, dari jatuh bangunya merintis bisnis tersebut, gue pribadi jadi tau sesuatu yang baru.

Dan yang namanya pengetahuan, apapun bentuk dan subjeknya, tentu punya manfaat tersendiri bagi orang yang membutuhkannya. Termasuk kamu yang (mungkin) lagi nyari referensi terkait bisnis pakaian yang akan dibahas kali ini, yaitu denim.

Pengalamana Bisnis Celana Denim
Images by Author

FYI..
Pengalaman berbisnis gue ini akan lebih cocok bagi kamu yang punya modal kecil dan pas-pasan atau kamu yang lagi nyari-nyari peluang bisnis namun cuma punya modal yang kecil untuk memulainya. Karena gue pribadi, memulai bisnis ini dengan modal yang amat kecil, tidak lebih dari Rp. 200.000,-

Introduction dulu ya..

Awalnya, teramat sangat abstrak dan susah banget buat dijabarin disini satu-satu. Pada intinya, bisnis gue ini berawal dari ketidak sengajaan dan keisengan, atau mungkin lebih tepatnya udah jodohnya ketemu! haha

Berawal dari kenalan dan sering main ke tempat salah satu pemilik jasa konveksi pakaian yang dikhususkan untuk membuat celana ataupun jaket yang terbuat dari bahan denim, gue iseng-iseng buat celana disana.

Hasilnya pun lumayan "oke" lah, cuma tidak sesempurna atau sesuai dengan standard celana denim pada umumnya, terutama pada jahitanya dan faktor-faktor lainya yang sayang sekali tidak bisa disebutkan karena menyangkut nama baik dari jasa yang dimaksud.

Catatan :
Pengalaman ini terjadi tepatnya sekitar tahun 2011-2014 an.
Jadi, rate harga nya pun mengikuti rate harga pada waktu itu, dan mungkin akan berbeda dengan rate harga yang ada saat ini.

So, harga Rp. 80.000 - Rp. 110.000,- ini cukup masuk akal buat gue dan cocok banget buat yang pengen celana denim tapi uang nya pas-pasan.

Tau sendiri kan, celana denim yang "wah banget" itu harganya selangit.

Penting untuk diperhatikan :
Postingan ini tidak menganjurkan kamu untuk mengikuti apa yang disebutkan (sebaiknya pilih beberapa yang dirasa cocok dan masuk akal menurut pandangan kamu sendiri).

Selain itu, tidak ada tips ataupun trik, ini hanya sebatas pengalaman saja yang mungkin bisa jadi bahan referensi buat kamu jika nantinya ingin mencoba bisnis pakaian dengan produk yang sama, yaitu denim.

Sebagai pengecualian, bisnis yang gue lakukan sendiri ini tidak serius gue lakukan dan minim banget promosi, tidak ada unsur branding, dll. sehingga hasilnya pun kurang maksimal.

Jadi, buat kamu yang justru sebaliknya..
Bisa jadi pengalaman ini bakalan jadi ide bisnis kamu yang brilliant, asek!


Let's begin! Awal Mula Bisnis Pakaian : Celana Denim


Dimulai dari modal bisnis pertama yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu kurang dari Rp. 200.000,- Dengan uang segitu, gue udah punya satu pasang celana denim.

Celana Denim yang Dulu Dibuat
Ini foto celana denim yang dulu dibuat, dan masih dipake sampai sekarang. Awet ya?

Awalnya cuma untuk dipake sendiri.
Begitu dipake buat kuliah, beberapa temen kuliah gue pada nanya ;
" Itu celana dapet beli dari mana ? "

Ya.. gue bilang aja kalau celana yang gue pake itu dapet bikin.

Kenapa? Ya biar ukurannya pas aja, karena tau sendiri lah, kadang kalau beli celana itu ukurannya ada yang kegedean dan tidak jarang pula ada yang kekecilan.
Jadi, sayang banget kalau harus dirubah lagi ukurannya, nantinya malah keliatan aneh.

Dari sana lah, temen-temen gue pada tertarik.
Kemudian muncul ide buat nyari "untung" dari kemauan mereka.

Gue bilang, " mau gue bikinin ? Murah kok, cuma 150 ribu elu bisa dapet celana model begini. Daripada elu beli ke toko harganya 400 ribuan."

Yep! dan mereka pun tertarik buat bikin.
Waktu itu, ada tiga temen gue yang pesen.

Sepulang kuliah, gue langsung cus!
Meluncur ke tempat temen gue yang punya jasa bikin celana itu.

Gue bilang, "bang temen-temen gue mau pada bikin celana nih, ada tiga orang."
Tapi gue belum minta duitnya, buat uang muka pun engga soalnya gue lupa!

Meskipun kenal..
Rasanya gak etis dong minta dibikinin tapi kita gak ngasih uang tanda jadi.
Iya gak? Iya lah!

So, gue putusin buat kasih sisa uang gue kemaren yang Rp. 200.000,- itu.
Uang 200 ribu itu, 110 ribunya udah gue pake buat bayarin celana yang saat itu gue pake. Jadi cuma ada uang Rp. 90.000,-

Ya udah gue bayarin aja sisa uang gue yang 90 ribu itu buat tanda jadinya.
Jadi, 30 ribu untuk masing-masing celana yang dipesan.

FYI.. celana pesanan itu biasanya butuh waktu buat pengerjaan sampai jadinya sekitar 3-7 hari. Tergantung antrian masalahnya.

Singkat cerita, selesai lah celana yang dipesan temen-temen kuliah gue itu.
Langsung gue kasih ke temen-temen gue, dan mereka bayar 150 ribu.

3 orang tuh, masing-masing bayar Rp. 150.000,- per celana.
Harga celana dari tukangnya Rp. 110.000,-

Tau dong untung gue berapa untuk setiap satu celana yang berhasil gue jual?
Ya! 40 ribu, jadi totalnya Rp. 120.000,-

Nah, udah cukup kan buat bikin satu celana lagi yang harganya 110 ribuan?
Ditambah uang bensin buat 2 hari yang cuma butuh 10 ribu (kalau cuma kuliah-pulang).

Setelah ketiga temen gue pake celana yang gue buatin itu, temen-temen yang lain juga jadi ikut-ikutan pengen dibikinin. Disamping celana, sebenarnya ada juga yang minta dibuatkan jaket.

Untuk keuntungan yang didapat dari bisnis ini, gue pribadi enggan untuk menyebutkannya. Kalau mau mengira-ngira ya silahkan saja.

Dan seperti yang udah disebutin sebelumnya, bisnis yang gue jalanin waktu itu tidak pernah sekalipun melakukan promosi apalagi branding, dll.

Lebih tepatnya mungkin, kalau ada orang yang pesen baru dibuatin. Dan dalam kurun waktu satu bulan, kurang lebih sekitar belasan celana biasanya dibuat khusus untuk mereka yang pesen sama gue.

Mereka yang pesan pun macam-macam. Beberapa ada yang temen-temen kuliah, temennya temen gue yang kuliah, temennya temennya temennya gue lagi.
Gitu deh, multi level! haha

Ah iya, gue lupa!
Untuk masalah ukuran..
Waktu itu gue pake salah satu size measurement brand ternama standard ukuran orang indonesia. Biasa, dapet nemu dari google images hehe.

Dari iseng dan tidak ada sedikitpun niat untuk berbisnis disana, tiba-tiba gue jadi senang dan malah menikmati usaha tersebut. Gue jadi tau beberapa hal tentang bisnis ini, dari mulai nyari bahan dimana, dan semua elemen-elemen umum yang nempel pada satu buah celana denim.

Mungkin next time, kalau postingan ini mendapatkan respon yang positif dari kalian, serta ada yang tertarik tentang beberapa detail dan sejumlah hal merinci yang gue lakukan dalam menjalankan bisnis ini, nanti gue bongkar semuanya di postingan berikutnya.

UPDATE
Sejumlah detail dan hal merinci yang dilakukan dalam menjalankan bisnis kecil-kecilan ini beberapa sudah dipaparkan dalam postingan tentang gambaran dan pengalaman menjalankan bisnis denim dengan modal minim. Jangan lupa untuk berikan masukan atau pertanyaan terkait bisnis yang penulis lakukan ini ya.

Tentu dengan batasan-batasan tertentu, soalnya menyangkut ide dan kreasi coy!
Sampai ketemu di postingan berikutnya.
Previous
Next Post »

Mau dapetin update-an terbaru untuk setiap artikel dan tulisan menarik dari blog Bete Gak Sih?

Subscribe aja bray!

5 komentar

Write komentar
29 August, 2015

Kalau ditekuni, mungkin bisa jadi bisnis sampingan yang menjanjikan tuh :o

Reply
avatar
30 August, 2015

btw saya juga mau pesen dong gan :v

Reply
avatar
30 August, 2015

lagi menekuni hal lain dulu

Reply
avatar