6 Fakta Ilmiah Gempa Bumi, Ternyata Gak Semua Gempa Itu Berbahaya!

August 09, 2015 /
Gempa Bumi — merupakan fenomena alam yang sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan manusia, mata pencaharian, dan barang berharga lainya.

Kendati efek yang ditimbulkan oleh gempa bumi dapat merugikan manusia, namun di satu sisi gempa bumi juga membantu pembentukan lanskap planet bumi ini.

Kekuatan yang dihasilkan dari gempa bumi juga membentuk sebagian pegunungan terjal, lembah yang subur, dan bahkan menentukan kontur dari suatu benua.

Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.

Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempa bumi, sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi
— bmkg.go.id

Berikut sejumlah fakta menarik terkait gempa bumi yang berhasil kami rangkum berdasarkan temuan para ahli di bidangnya masing-masing :


1. Gempa Bumi Biasanya Terjadi di Dekat Batas Lempeng


Gempa bumi terjadi di sepanjang perbatasan tektonik. Bumi kita ini memliki tujuh lempengan besar. Lempeng ini tidak terpaku, mereka saling bertabrakan dan menjauh atau bergeser melewati satu sama lain di sepanjang jalurnya.

Mereka juga tidak selalu bergerak secara perlahan — ketika tekanan terbentuk di dalam lempeng dari waktu ke waktu, hingga kemudian dengan seketika mereka bergerak dengan jarak yang signifikan, maka gempa bumi akan terjadi.


2. Berasal Dari Kedalaman yang Berbeda


Walaupun mungkin dampak yang di rasakan cukup kuat di permukaan bumi, gempa bumi tidak benar-benar berasal dari permukaan itu sendiri, gempa bermula dari bawah. Gempa bumi yang berbeda terjadi pada berbagai kedalaman.

Sebagian berada tepat di bawah permukaan, dan sebagian lainya berada di dalam kedalaman hingga 800 km (500mil) di bawah permukaan. Kendati demikian, mayoritas gempa bumi yang terjadi berasal dari lokasi
yang kurang dari 80 km (50mil) dari permukaan.


3. Gempa Bumi Tidak Dapat Diprediksi


Tidak seperti hal nya cuaca, gempa bumi tidak dapat diprediksi dan terjadi tanpa adanya tanda/peringatan. Gempa bisa saja terjadi setiap saat.

Namun, dengan cara menganalisis data statistik, para ilmuwan dapat memberikan jarak dan rentang umum kemungkinan akan terjadi nya gempa di daerah-daerah rawan gempa.

Misalnya, ilmuwan dapat mengandaikan bahwa ada kemungkinan dari 70% akan terjadi gempa di sepanjang garis patahan tertentu dalam 50 tahun kedepan.


4. Dampak yang Ditimbulkan Terhadap Eksistensi Kehidupan


Gempa bumi memiliki potensi untuk "melenyapkan" jumlah tak terduga dari kehidupan. Gempa bumi paling mematikan yang tercatat dalam sejarah adalah gempa yang melanda China pada tahun 1556 yang menewaskan lebih dari 800.000 jiwa dan pada tahun 1976 gempa bumi juga menewaskan lebih dari 250.000 jiwa. Kebanyakan orang yang meninggal di karenakan tertimpa reruntuhan bangunan.


5. Gempa Bumi Berpotensi Tsunami


90% Tsunami disebabkan oleh pergerakan lempeng di dalam perut bumi yang letaknya berada di dalam wilayah lautan.

Tsunami terbentuk dikarenakan oleh gempa yang terjadi di dalam perut bumi dimana lempeng tersebut berada di bawah laut yang akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertical sehingga dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat.

Hal ini lah yang kemudian akan memicu ke-tidak seimbangan pada air lautan yang kemudian terdorong menjadi gelombang besar yang bergerak mencapai wilayah daratan.

Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan mencapai 500 sampai 1000 km/jam di lautan, dan saat mencapai bibir pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai 30 km/jam.

Meskipun kecepatanya berkurang pesat, namun kecepatan tersebut sudah bisa menyebabkan kerusakan dan hilangnya banyak nyawa.


6. Tidak Semua Gempa Berbahaya


The US Geological Survey memperkirakan bahwa terjadi sekitar 500.000 gempa bumi di dunia setiap tahunnya. Namun, kebanyakan gempa tersebut berskala kecil dan lemah. Kemungkinan hanya sekitar seperlima dari gempa tersebut yang terasa oleh kita.

That's It!
Semoga postingan guest posts tentang gempa bumi ini bermanfaat bagi Anda. Terimakasih.
Previous
Next Post »

Mau dapetin update-an terbaru untuk setiap artikel dan tulisan menarik dari blog Bete Gak Sih?

Subscribe aja bray!

15 komentar

Write komentar
09 August, 2015

wah ..nice info gan ...antisipasi kalo ada gempa

Reply
avatar
09 August, 2015

wahh... baru tahu saya kalau ga semua gempa bumi itu berbahaya

Reply
avatar
09 August, 2015

wah tapi di kalimantan gak pernah ada gempa ne gan hehe

Reply
avatar
09 August, 2015

Alhamdulillah di daerah saya belum pernah terjadi gempa nih , paling cuma ikut merasakan getaran gempa dari daerah lain haha

Reply
avatar
09 August, 2015

saya pernah ngalamin 2 gempa besar di hidup saya.. makasih infonya yang bermanfaat :D

Reply
avatar
09 August, 2015

kalau semua gempa bumi berbahaya gk ada lagi dong yang nama nya makhluk hidup :P

Reply
avatar
09 August, 2015

Tergantung juga :3 Kalau bumi ini digunduli terus ya makin banyak bencana nya :3 Mendeteksi gempa bumi memang masih susah , contoh saja film "San Andreas" itu sebuah cerita untuk mendeteksi gempa bumi dan sebagainya

Reply
avatar
10 August, 2015

oke bray. harus itu

Reply
avatar
10 August, 2015

nah sekarang kan jadi tau

Reply
avatar
10 August, 2015

iya atuh disana mah

Reply
avatar
10 August, 2015

daerah mana bray?
gue juga mirip-mirip, cuma daerah gue lebih deket aja ke daerah yg sering gempa dibanding daerah laen

Reply
avatar
10 August, 2015

nah
itu inti dari postingan gue bray
sekedar ngingetin

Reply
avatar
10 August, 2015

wahh, baru tahu.. nice pos bray, ditunggu kunbalnya yoo :D

Reply
avatar